ketika keadaan mengharuskan Kita untuk menangis, tak usah berpura, menangislah. Tak semua airmata berarti lemah

Mick Hobday

 Mick Hobday dan sereal lokal di Sahara (Foto: Dailymail)

Seorang pencinta sereal rela menghabiskan uang sekira Rp562 juta untuk berkelana keliling 60 negeri. Tujuannya hanya satu, mencari sereal yang rasanya sempurna!

Pria bernama Mick Hobday telah menghabiskan 4.000 mangkuk sereal selama perjalanannya mengelilingi lima benua. Perjalanan mencari sereal yang menurutnya memiliki rasa sempurna ini telah dilakukannya selama 10 tahun. Meski begitu, pencariannya tak lantas berhenti, karena hingga saat ini dia terus mencari sereal yang diinginkan. Rencananya, ia akan mengunjungi India pada akhir 2013.

Kecintaan Mick terhadap sereal sudah dimulai sejak masih kecil. Dia sudah mulai menikmati sereal sebagai menu sarapan pada usia 10 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, dia pun tak hanya menyantap sereal saat pagi, juga saat siang dan malam hari.

“Aku hidup untuk berpergian, aku pun ingin mengunjungi setiap negara di dunia. Oleh karena itu, aku gabungkan kecintaan pada sereal dengan hobi jalan-jalan untuk menemukan sereal yang sempurna,” kata Mick, seperti dilansir DailyMail, Senin (11/2/2013).

Menurutnya, sereal yang sempurna haruslah renyah, berwarna cenderung gelap, dibuat dari bahan-bahan organic, dan lebih baik lagi jika produk tersebut merupakan buatan lokal sebuah negara. Sebanyak 60 negara telah dikunjungi Mick untuk mencari sereal sesuai keinginannya. Namun, katanya, sereal yang dia dapatkan di Asia dan Afrika cenderung mengecewakan. Sereal-sereal tersebut cepat hancur saat dicampur dengan susu.

“Saya selalu mencari kota terdekat untuk membeli sereal. Dan, biasanya saya akan memilih produk lokal. Namun sayangnya, beberapa yang pernah saya coba tampak pucat dan gampang hancur saat ditambahkan susu. Sangat mudah untuk membandingkan kualitas sereal antara negara maju dan negara berkembang,” lugasnya.

Negara-negara yang pernah dia kunjungi, antaran lain Inggris, Spanyol, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Belgia, Meksiko, Beliza, Guatemala, Honduras, Nicaragua, Costa Rica, Peru, Ecuador, Brasil, Bolivia, Argentina, Skotlandia, Uruguay, Paraguay, Chile, Colombia, Irlandia, Monaco, Italia, Vatikan, San Marino, Slovenia, Austria, Republik Ceko, Jerman, Puerto Rico, Kanada, Yunani, Albania, Montenegro, Kroasia, Thailand, Laos, Kamboja, Malaysia, Singapura, Brunei, Indonesia, Vietnam, Maroko, Sahara, Mauritania, Mali, Senegal, Gambia, Mesir, Swiss, Liechtenstein, Portugal, Turki, Bulgaria, Macedonia, Kosovo, dan Bosnia.

Tak lupa, Mick mengabadikan dirinya di setiap negara dengan pose tengah menyantap sereal lokal. Dia berfoto di depan landmark setiap negara. Mick pernah mengunjungi Indonesia, sayang penilaian yang dia berikan kurang sempurna. Menurutnya, sereal sereal di Indonesia begitu murah dengan perpaduan susu yang kurang enak pula.