ketika keadaan mengharuskan Kita untuk menangis, tak usah berpura, menangislah. Tak semua airmata berarti lemah

Misteri Gurita Mengambang

Terpecahkan, Misteri Gurita Mengambang


Jakarta- Dalam waktu yang lama, ilmuwan bertanya-tanya mengapa kelompok gurita argonaut betina punya lapisan tipis, sementara gurita lainnya telanjang. Kini, mereka paham. Untuk memahami penggunaan lapisan kulit pada argonaut betina saat berada di permukaan dan menyelam lebih dalam di laut, Julian Finn, pemimpin studi sekaligus peneliti di Museum Victoria di Australia, menyelam bersama tiga argonaut betina.

Genus Argonaut pada dasarnya mencakup beberapa spesies di mana betina biasanya memiliki panjang sekitar 50 cm. Jumlah ini delapan kali lebih panjang dan 600 kali lebih berat dibandingkan pejantan. Finn berfokus pada Argonauta argo, Argonaut terbesar. Lapisan tubuh betina hewan ini berupa jaring sebagai bentuk perlindungan pertama. Kulit ini tampak ringan, rapuh dan berstruktur bilik tunggal, ujar Finn. “Argonaut telah menjadi perdebatan beberapa ahli selama beberapa dekade menyangkut kemampuan mereka dalam mengelola udara di permukaan air,” kata Finn. Finn menemukan bahwa jika ia memgeluarkan gelembung udara dari lapisan makhluk itu, gurita ini malah menjadi goyah dalam air, memukul-mukul dari sisi ke sisi seperti kehilangan keseimbangan. (Gurita dapat melakukan perjalanan ke depan dengan memaksa air keluar dari saluran yang mereka buat). Pada titik ini, disebut sebagai daya apung netral, Argonaut menjadi mampu berenang dengan kecepatan yang cepat di bawah permukaan air. Ternyata, kontrol lapisan tipis sangat penting bagi organisme yang hidup di perairan terbuka karena mampu menyimpan udara. Jika tidak ada lapisan ini maka hewan tersebut mengeluarkan banyak energi untuk tidak tenggelam. Para ilmuwan juga percaya bahwa lapisan ini berguna untuk membawa telur walaupun dalam percobaan penelitian ilmuwan tidak berhasil menemukan telur pada argonaut.

BUDAYAKAN BERKOMENTAR